Nama
: Rizka
Budiman
|
Judul:
Instalasi Debian 8.7, Backup VDI, Reset Password Root, Dan
Remote Debian 8 Dengan Putty
|
Tanggal
: 20 Agustus 2017
|
Kelas
: XII TKJ 3
|
Nama
Guru : Rahmat Sukma Wijaya
|
|
Mapel
: Admin Server
|
Nilai
:
|
|
Sekolah
: SMKN 1 CIHAMPELAS
|
Paraf
:
|
DAFTAR ISI
I. Pendahuluan
II. Tujuan Praktek
III. Alat Dan Bahan
IV. Keselamatan Kerja
V. Gambar Dan Langkah Kerja
V.I. Instalasi Debian 8.7.1
V.II. Backup VDI
V.III. Reset Password Dan Root
V.IV. Remote Debian 8 Dengan Putty
VI. Kesimpulan
VII. Referensi
I. Pendahuluan
Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Dan Putty adalah software remote console/ terminal yang digunakan untuk meremote komputer dengan terhubungnya menggunakan port ssh atau sebagainya.
II. Tujuan Praktek
- Agar para siswa mengetahui proses installasi Linux Debian 8.7.1 berbasis teks beserta konfigurasinya.
- Agar para siswa dapat melakukan backup file *.vdi untuk berjaga-jaga terjadinya corrupt, hilangnya file, dsb.
- Agar para siswa dapat melakukan reset password root Linux Debian 8.7.1 untuk mengantisipasi terjadinya lupa password.
- Agar para siswa dapat melakukan remote menggunakan PuTTY pada Linux Debian 8.7.1.
- Dan menambah Skill untuk bekal nanti kerja
III. Alat Dan Bahan
- Alat
- Satu set perangkat komputer dengan sistem operasi Windows
- Bahan
- Software VirtualBox
- Software Putty
- Iso file Debian 8.7.1
IV. Keselamatan Kerja
- Berdo'a sebelum melaksanakan praktek
- Menuruti apa yang diperintahkan oleh pembimbing
- Memakai pakaian praktek ketika praktek
- Tidak ribut sa'at melaksanakan praktek
- Melaksanakan praktek dengan sebaik mungkin
- Berdo'a kembali setelah melaksakan praktek
V.I. Instalasi Debian 8.7.1
- terlebih dahulu buat virtual machine di Virtualbox, dengan cara klik icon new di kiri atas, masukan namanya "ujiantkj3" ubah typenya menjadi "Linux" dan verionnya "Debian 64-bit" klik next
- untuk ram yang akan digunakan jangan sampe zona merah, jadi di beri "1024MB"
- Klik create, untuk membuat virtual harddisknya
- Pilih "DVI" untuk type virtual harddisknya, lalu klik next
- Pilih "Dynamically Allocated", supaya virtual harddisk tidak langsung mengambil size yang akan akan di beri dari physical harddisk, jadi berkurangnya free space physical harddisk sesuai dengan pemakaian virtual harddisk
- Beri size virtual harddisknya sebesai "11GB" langsung klik create
- Sekarang setting virtual machinenya, klik kanan nama virtual machinenya
- Di menu storage klik "Empty" dan klik icon cd warna biru seperti pada gambar 4.8, dan pilih iso file "Debian-8.7.1-amd64-DVD-1.iso"
- Jalankan virtual machinenya, klik kanan nama virtual machinenya, lalu klik " Normal Start"

- Pilih "Install" untuk memilih metode penginstalan berbasis text/TUI, lalu tekan enter
- Pilih bahasa untuk penginstallan, pilih bahasa "English", lalu tekan enter
- Pilih "Other"
- Pilih "Asia"
- Kemudian pilih "Indonesia" karena saya berada di indonesia
- Pilih "United States"
- Pilih "American English" untuk layout keyboard, lalu tekan enter
- Hostname atau nama host di beri nama "kls12tkj3", lalu tekan enter
- Domain name di beri domain "kls12tkj3.org", lalu tekan enter
- Root password di beri "root@123", lalu tekan enter
- Verifikasi password atau ketik ulang password yang telah di beri "root@123", lalu tekan enter
- Full name for the new user atau nama lengkap untuk user baru, di beri nama "Rizka Budiman", lalu tekan enter
- Username for your account atau nama pengguna untuk akun anda, di beri nama "rizka", lalu tekan enter
- Choose a password for the new user atau memilih password untuk user baru, di beri password "rizka@123", lalu tekan enter
- Ketik ulang password user barunya "rizka@123", lalu tekan enter
- Pilih "Western" untuk time zonenya, lalu tekan enter
- Pilih "Guided - use entire disk and set up LVM" agar pembagian partisi harddisk otomatis, lalu tekan enter
- Langsung tekan enter, untuk memilih harddisk yang akan di partisi
- Langsung tekan enter lagi, supaya semua berkasi di satu partisi
- Pilih "Yes" lalu tekan enter
- Lalu pilih "Finish partitioning and write changes to disk" tekan enter
- Pilih "Yes", lalu klik enter
- Pilih "No" lalu enter
- Pilih "No" lalu enter
- Pilih "No" lalu enter
- Pilih software "print server, SSH server, dan standard system utilities" untuk di install, pemilihan tekan space atau spasi, kemudian tekan tab, lalu tekan enter
- Pilih "Yes" lalu enter
- Pilih "/dev/sda" lalu enter
- Dan terakhir tekan enter, untuk menyelesaikan penginstallan, dan otomatis akan masuk ke debian 8 yang telah di install
- Pada menu grub langsung tekan enter
- Setelah masuk ke debian, silahkan login dengan username dan password user yang telah di buat "rizka" dan passwordnya "rizka@123" lalu enter
- Kemudian ketik "su" untuk menjadi user root, dan masukan password root yang telah di buat "root@123"
- Lalu matikan virtual machine ketik "poweroff" dan tekan enter
V.II. Backup VDI
- Copy file Virtual Disk Image(VDI)
- Dan paste jangan di lokasi yang sama, saya paste di L:/backup vdi/, dan rename filenya jadi "debian8backup.vdi"
- Kemudian tekan Windows+R dan ketik cmd lalu pilih OK
- Sekarang pindah direktorinya ke direktori virtualbox dengan ketik "cd /program files/oracle/virtualbox" dan tekan enter
- Lalu ketik "vboxmanage internalcommands sethduuid "L:/backup vdi/debian8backup.vdi"" dan tekan enter
- Backup selesai sekarang coba jalankan hasil backupnya, buat virtual machine baru, dengan nama "debian8backup" lalu klik next
- Ramnya di beri ukuran "1024MB" lalu klik next
- Pilih "use an existing virtual hard disk file" dan klik icon yang di lingkar biru
- Dan pilih debian8backup.vdi yang telah di backup tadi, lalu open, dan klik create
- Sekarang jalankan virtual machine tersebut
- Masuk dengan username dan password yang di awal "rizka" dan passwordnya "rizka@123"
- Ketik "su" dan masukan password rootnya "root@123", dan langsung ketik "poweroff" untuk mematikan virtual machine
V.III. Reset Password Root
- Di menu grup tekan e, untuk ke recovery mode
- Dan ketik "init=/bin/bash" setelah "linux .... ro quiet" dan tekan CTRL+X secara bersama an
- ketik "mount -n -o remount -rw /" lalu tekan enter
- ketik "passwd" lalu enter, dan ketik password baru untuk rootnya "rahasia123", dan enter, lalu ketik ulang password barunya, kemudian enter, lalu restart dengan cara tekan Host+Del(host=CTRL yang sebelah kanan laptop)
- Sekarang masuk dengan username dan password user "rizka" dan passwordnya "rizka@123"
- Dan ketik "su", tekan enter, kemudian masukan password root yang baru "rahasia123", tekan enter, kemudian ketik "poweroff" dan tekan enter untuk mematikan virtual machine
V.IV. Remote Debian 8 Dengan Putty
- Ke settingan network Virtual Machine, Gunakan "Host-Only-Adapter" untuk "Attached"
- Dan mulai jalankan virtual machinenya dengan klik kanan>start>Normal start
- Masuk dengan username dan password "rizka" dan passwordnya "rizka@123" lalu enter
- Ketik "su" lalu enter, kemudian masukan password rootnya "rahasia123"
- Ketik lagi "pico /etc/network/interfaces" lalu enter
- Dan ganti "dhcp" menjadi "static" dan tambahkan "address 10.10.10.126" dan "network "255.0.0.0" di bawah seperti gambar di bawah ini, kemudian tekan CTRL+X dan tekan lagi y lalu enter
- Kemudian ketik "/etc/init.d/networking restart"
- Lalu cek ip dengan ketik "ifconfig" dan enter,
- Bila ip address tidak ada, seperti pada gambar di atas, lakukan reset network kembali dengan ketik "/etc/init.d/networking restart"
- Kemudian cek kembali ipnya dengan ketik "ifconfig" dan IPnya sudah ada
- Sekarang setting windows firewall di Control panel>System and security>Windows firewall bila seperti gambar di bawah, klik "Turn Windows Firewall on or off"
- Pilih "Turn off" untuk keduanya lalu klik OK
- Sekarang setting ip address pada windows ke Control panel>Network and internet>Network and sharing center lalu klik "change adapter settings"
- Lalu klik kanan pada "virtual host-only network" dan pilih "properties"
- Klik "Internet Protocol Version 4"
- Dan isi IP address dengan "10.10.10.127" dan subnet mask "255.0.0.0" lalu klik OK
- Sekarang ping ke debian dengan cara tekan Windows+R dan ketik "ping 10.10.10.126 -t" dan OK
- Dan gambar di bawah telah terkoneksi ke debian 8.7.1 pada virtual machine tadi
- Klik kanan pada putty dan klik "Run as administrator"
- Lalu masukan ip debian 8 pada Host Name "10.10.10.126" lalu open
- Dan klik yes
- lalu login dengan username dan password "rizka" dan passwordnya "rizka@123"
- langsun exit saja ketik "exit" dan enter
- Buka kembali Putty dan masukan kembari ip address pada host name "10.10.10.126" dan saved sessions "12 tkj 3"
- Kemudian ke menu "Colours" dan setting "Default Foreground" dengan Red "0", Green "0", Blue "0" "Default Background" dengan Red "255", Green "255", Blue "255" "Default Bold Background" dengan Red "-165", Green "-5", Blue "37" "Cursor Colour" dengan Red "-0", Green "-255", Blue "-0"
- Dan ke menu Session klik save, dan open
- Masuk dengan username dan password "rizka" dan passwordnya "rizka@123"
- Kemudian ketik "su" lalu masukan password root "rahasia123"
- Dan ketik "poweroff" untuk mematikan Debian 8 pada virtual machine di Putty sebagai Remote
- Dan gambar di bawah menandakan Debian 8 pada virtual machine telah shutdown
VI. Kesimpulan
Semua kegiatan/hal yang membuat anda berpikir susah atau mustahil untuk dilaksanakan, itu pasti tidak ada bila kita tidak berpikir seperti itu tetapi kita harus berpikir untuk bisa dan paham kegiatan yang akan dilaksanakan, dan tidak berpikir sebaliknya karena pasti nanti akan membuat anda putus asa untuk memahami sesuatu tersebut. Dan di laporan ini saya buktikan :D
VII. Referensi
https://davidadinugroho.wordpress.com/2014/11/12/apa-itu-debian/ | Minggu 20 Agustus 2017
http://friends-22.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-putty-dan-kegunaanya.html | Minggu 20 Agustus 2017

























































0 Response to "Instalasi Debian 8.7"
Post a Comment
No Link Aktiv